Remaja Tak Percaya Diri Soal Penampilan Fisik Karena Hal Ini

12.03
Remaja Tak Percaya Diri Soal Penampilan Fisik Karena Hal Ini
Anda pernah bingung melihat perilaku remaja masa kini yang suka melebih-lebihkan masalah penampilan seolah itu adalah akhir dunia? Hmm... mungkin bagi Anda yang sudah dewasa, masalah mereka cuma sebagian kecil saja dari masalah kehidupan sesungguhnya. Namun menurut psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo, tidak demikian halnya masalah itu bagi remaja. Ditemui dalam acara peluncuran kampanye Clean & Clear #ForEveryFace (26/01/2018) di Eighty Nine Eatery Kemang, Jakarta Selatan, berikut ini penjelasan Vera.
Dilema
Tentang perilaku remaja ini, Vera melihat adanya dilema. Di satu sisi mereka merasa punya keunikan sendiri dalam arti positif, tapi ketika mereka melihat ke lingkungan sekitar, keunikan itu menjadi perbedaan yang aneh. Karena itu, remaja kerap tak percaya diri, apalagi menyangkut penampilan fisik mereka.
Masanya fokus pada penampilan fisik
“Remaja itu perlu untuk merasa diterima di satu kelompok. Sementara standar-standar soal penampilan, khususnya, itu memang nggak tertulis tapi mereka rasakan,” ungkap Vera. Menurutnya lagi, masalah ini dipengaruhi oleh pubertas yang sedang dialami remaja. “Ada perubahan emosi dan fisik di sana, nggak bisa kita minta mereka untuk cuek saja karena mereka memang sedang masanya fokus pada penampilan fisik,” jelas Vera.

Pengaruh media sosial
Dalam kesempatan yang sama, Vera juga mengutip salah satu penelitian soal pengaruh media sosial pada kalangan remaja. Salah satu hasilnya menujukkan bahwa para remaja merasa cemas ketika orang lain menemukan foto ketika mereka di-tag di media sosial, namun dalam foto itu mereka merasa tampak tidak menarik. Vera lalu menambahkan, “Juga ketika mereka mengunggah foto selfie, kok, yang kasih like lebih sedikit dari sebelumnya. Ini membuat mereka bertanya-tanya, ‘apa ada yang berubah dari penampilan saya? Apa saya sekarang ini jadi lebih jelek?.’”
Harus dibentengi dengan pemahaman
Tantangan remaja masa kini ada pada cara menanggapi keberagaman yang makin tersorot di era digital ini. “Fenomena keberagaman ini sudah ada dari dulu, karena memang kita nggak ada yang dilahirkan sama. Nah, ini makin mencolok setelah ada media sosial,” terang Vera. Untuk membantu mereka menghadapinya dan menumbuhkan rasa percaya diri, orangtua dan orang-orang dewasa lain di sekitar mereka harus mampu memberikan beberapa pemahaman berikut ini:
1. Tak masalah menjadi individu yang berbeda, karena kita semua memang terlahir berbeda.
2. Bantu mereka mengkritisi hal-hal yang mereka dapatkan dari media sosial.
3. Hindari menerapkan satu standar saja untuk mengukur kesuksesan, misalnya, nilai pelajaran dan harus masuk sekolah tertentu.  
Pada akhirnya, remaja harus dibimbing untuk mengenal diri sendiri. Ini supaya mereka menemukan hal-hal unik yang membuat mereka percaya diri dalam pergaulan. Hmm… jadi ingat waktu remaja dulu. Bagaimana menurut Anda, apa tantangan remaja masa kini dan era sebelumnya punya banyak perbedaan mendasar?
Cover dan foto: Unsplash
Article by MardyanaUlva
SUMBER: https://womantalk.com/relationship/articles/remaja-tak-percaya-diri-soal-penampilan-fisik-karena-hal-ini-DNM1q
Remaja Tak Percaya Diri Soal Penampilan Fisik Karena Hal Ini | Siswa Master | 5

Artikel Lainnya

Previous
Next Post »
Blogger
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai

Posting Komentar

Ayo budayakan komentar setelah membaca artikel ! (Jangan SPAM ya)